Pernahkah anda kesal pada orang tua anda,?Hanya karena beliau tidak memberikan anda ijin untuk melakukan sesuatu seperti keinginan anda,? Atau tidak memenuhi permintaan anda membuat anda membentak-bentak pada beliau?Dan pernahkah, sedikit saja anda berpikir saat itu, bagaimana tentunya perasaan beliau kepada anda, anaknya sendiri yang telah membentaknya?
Sadarlah, dan ingat selalu..siapa yang dulu bersusah payah berjalan, demi anda saat anda dalam kandungan.Siapa yang dulu selalu membelai-belai anda dengan penuh kasih sayang, tanpa perasaan mengeluh sedikitpun meskipun anda menghentak-hentakan kaki anda di dalam perut beliau, sehingga beliau merasakan nyeri, sakit pinggang, dan lelah yang amat sangat saat mengandung anda..Dan siapa yang bersusah payah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anda yang sudah lama dinanti untuk lahir ke dunia?Pernahkah anda membayangkan bagaimana luar biasa sakitnya beliau saat itu?Dan siapa pula yang sangat khawatir saat anda baru keluar dari rahim beliau,meskipun sakit beliau sudah sedikit reda, tapi kekhawatiran beliau memuncak saat anda berhasil dilahirkan dengan selamat.Beliau bertanya-tanya, "dimana anak saya? Dimana? Selamatkah dia? Apakah dia sehat?" dan dengan penuh rasa khawatir beliau menunggu jawaban yang pasti dari dokter, kalau anda dilahirkan dengan selamat, sehat wal'afiat, tanpa ada satu kecacatan pun.Pernahkah anda mencoba mengerti perasaan beliau saat itu?Bagaimana senangnya beliau ketika anda yang selama ini sebenarnya sudah menjadi beban baginya namun beliau tetap ikhlas, telah lahir ke dunia, dengan tanpa satu kekurangan pun.dan saat itu pula, ayah anda yang sejak anda di kandungan telah berjuang memenuhi keinginan "ngidam" sang ibu, membantu bahkan mengerjakan semua pekerjaan ruma, dan bahkan rela mengabaikan pekerjaan beliau hanya untuk mengurus anda, membisikkan sesuatu ke telinga anda saat itu. Dan ya.. itu adalah suara adzan dari ayah anda.
Juga pernahkah anda terpikir bagaimana khawatirnya beliau membawa anda dari rumah sakit / tempat anda dilahirkan ke rumah? Takut akan segala sesuatu yang mungkin dapat mengancam nyawa anda.Dan betapa leganya beliau saat anda sampai di rumah dengan selamat, tanpa kurang sesuatu hal pun.
Hari-hari beliau disibukkan dengan kelakuan nakal anda saat anda kecil,tiap hari anda kencingi beliau,anda berak di gendongan beliau, tapi beliau tidak pernah enggan menyuapi anda, memberikan anda ASI nya, meskipun beliau lemas setelah itu. Dan betapa repotnya beliau, di tengah malam, anda bangun dan menangis kencang, karena ingin minum, lapar, dsb. Tapi dengan rasa ikhlas beliau bangun, meskipun dengan mata kemerahan akibat mengantuk, beliau tetap mengurus keperluan anda.
Hari demi hari beliau jalani bersama anda, dan akhirnya, tiba saat beliau mempercayakan pada diri anda untuk keluar melihat dunia, meski perasaan beliau sangat-sangat khawatir. Dan betapa leganya beliau saat anda telah pulang dengan selamat, tanpa ada kurang sedikitpun.
Begitu terus, hal itu terus berulang sampai saat ini, sampai saat beliau masih menjadi orang tua anda, sampai kapanpun..
Dan sekarang, setelah anda tumbuh dewasa, sudah merasa mandiri,anda berani membentak, memarahi, kesal pada beliau hanya karena hal sekecil itu?
opini ::
seharusnya kita harus mengerti harapan seorang ibu terhadap diri kita, karena harapan ibu, adalah menjadikan anaknya menjadi seseorang yang berguna. dan janganlah kita , terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan jika ibu tidak memperbolehkan kita pada sesuatu hal.
http://b-for-billy.blogspot.com/2008/11/harapan-ibu-pada-anaknya.html
Selasa, 05 April 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar