Pada dasarnya, Negara Indonesia adalah negara yang memiliki ragam budaya, suku , adat istiadat, dan agama.keanekaragaman tersebut dilambangkan dengan lambang Bhineka Tunggal Ika yaitu walau berbeda - beda tetap satu jua.tetapi pada dasarnya keanekaragaman tersebut menimbulkan sesuatu yang merugikan kesatuan dalam bernegara, yaitu penilaian satu suku terhadap suku yang lain, dengan menilai tanpa memahami akibat yang ditimbulkan.
Salah satu, yang mencerminkan penilaian yang kurang bagus terhadap tiap - tiap suku, adalah tayangan Suami - Suami Takit Istri yaitu salah satu acara di televisi yang mengandung unsur SARA, karena pada tiap-tiap karakter tersebut mencerminkan keburukan sikap pada masing-masing suku.
Stereotipe mungkin anda pernah mendengar? stereotipe yaitu sebuah konstruksi prediktif tentang karakter ,sifat, pola hidup kelas manusia tertentu yang dapat berperan sebagai agen pengendali.Pada tiap lakon-lakon tersebut, cenderung memberi nilai negatif. seperti suku lain yang memandang Suku Padang yang pelit dan sangat perhitungan, Suku Jawa yang dianggap ngeyel, lamban dan mau benar sendiri, Betawi yang sok jagoan dan arogan, dan kemudian Suku Batak yang digambarkan seorang yang kuat tetapi tidak punya otak.
Terkadang kita hanya tertawa dan mengatakan lakon-lakon yang ada bak-nya seperti orang bodoh, tanpa disadari kita mentertawakan suku-suku tersebut dan kemudian menganggap suku lain seperti itu pada kasus nyatanya.
Jadi seharusnya rasa solidaritas harus selalu ditumbuhkan agar mencegah disintegrasi pada Bangsa Indonesia, bahkan menurut Bung Karno agar bangsa Indonesia benar-benar menjadi satu, solidaritas itu tidak hanya tumbuh tiap-tiap hari, tetapi tiap-tiap jam, dan bahkan tiap-tiap menit. Jangan sampai terjadi rasa itu solider hanya untuk beberapa waktu saja atau hanya buat menghadapi bahaya saja.
http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/09/orang-padang-pelit/
Kamis, 04 November 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar