Kasta berasal dari bahasa latin yaitu "castus" yang berarti "murni", yang biasanya digunakan pada masyarakat yang masih berpegang teguh pada keturunan darah atau secara herediter. Sampai saat ini masih dipergunakan kasta dalam kehidupan masyarakat tersebut.
Tetapi dalam seiringnya waktu, bahwa penggunaan kasta yang digunakan pada masa lalu sudah terkubur dengan adanya Gubernur Bali I Made Mangku Pastika yang akhirnya bisa menjadi Gubernur Bali, apabila dikaitkan dengan masa lalu gelar tersebut adalah dari suku Sudra. Kemudian Gubernur Bali tersebut dibantu oleh Anak Agung Puspayoga, jika diingat kembali, gelar tersebut digunakan oleh Kasta Ksatria, dan banyak pula Gubernur Bali tersebut dibantu oleh staf yang berasal dari Kasta Ksatria dan bahkan Kasta Brahmana yang bergelar Ida Bagus.
Seharusnya dalam mensikapi adanya kasta, kita harus berpikiran seperti Dosen Filsafat Universitas Indonesia, Saraswati Dewi, menilai bahwa sistem kasta di Bali perlu diluruskan untuk menciptakan kesatuan berbagai golongan masyarakat di Bali. "Kasta itu dulunya digunakan Belanda supaya mudah memisahkan bangsa Indonesia,"
Dalam tradisi Hindu tidak mengenal adanya kasta, tetapi yang ada adalah warna, warna yaitu penggolongan individu berdasarkan keahlian atau pilihan bebas. Belanda disaat menjajah pada jaman dahulu, menggunakan kasta sebagai perwujudan politik " devide et impera " untuk memecahkan kerukunan yang sudah terjalin di Bali untuk menjauhkan rakyat dan rajanya.
Sudah selayaknya kita meninggalkan kebudayaan yang diberikan oleh penjajah tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga dapat mewujudkan integritas bangsa yang utuh dan kokoh tanpa campur tangan pihak luar yang seharusnya tidak diterima secara bulat-bulat demi tanah air tercinta ini.
tema : Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
http://regional.kompas.com/read/2010/05/20/17342986/Sistem.Kasta.di.Bali.Perlu.Diluruskan.
Kamis, 04 November 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar