tema :: seni di Indonesia -----> Tugas II (gandrung)
Seni tradisi Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, hampir terlupakan.. Ketidakpedulian masyarakat membuat masa depan seni tradisi Indonesia terancam. Tanpa disadari 10 sampai 20 tahun ke depan, nilai-nilai tradisi seni bisa pudar, dan masyarakat Indonesia yang ingin mengenal lebih jauh dan memperdalam tradisi, harus belajar ke negara lain. Masyarakat Indonesia harus sadar, sebelum budaya Indonesia "dicuri" bangsa asing.
Seorang pengunjung menyaksikan salah satu karya Henry Novanto dalam pameran yang bertajuk "Klasik Jawa" di Taman Ismail Marzuki Jakarta, baru-baru ini. (hendro situmorang)
Menurut pelukis Henry Novanto, semua berawal dari kegelisahan akan semakin pudarnya seni tradisi Jawa dan falsafah yang terkandung di dalamnya. Karya-karya Novanto, bergaya lukis modern dengan berdasarkan konsep dan ide pada seni tradisional yang direfleksikan pada masa modern.
"Dengan melihat situasi dan kondisi sekarang ini, untuk menyikapi para penikmat seni, bisa menggunakan media modern. Hal ini, agar dapat lebih menarik dalam memublikasikan tradisi seni Indonesia, contohnya dalam bentuk lukisan," kata Novanto yang kerap dipanggil Muncang itu yang memamerkan karya lukisnya dalam sebuah pameran yang bertajuk "Klasik Jawa" di Taman Ismail Marzuki Jakarta, baru-baru ini.
Muncang menambahkan, seni tradisi harus mengalami perkembangan. Dalam mempublikasikannya, tidak harus dengan bentuk-bentuk tradisi, apalagi sampai mengacu ke suatu paham feodalisme yang terkandung di dalamnya. Sebut saja, para penari tradisi yang dicetak per paket. Mereka disuruh menari, dibayar sekian rupiah, tanpa mereka sadari dan paham makna di balik tarian yang dimainkannya.
Kegelisahan itulah yang membuat Muncang melukis the Gong's Dancer. Gambar gong merupakan dasar dari tradisi. Banyak penari bercermin dengan bayangan yang lain. Hal itulah yang membunuh kreativitas seseorang. Mereka menjadi orang lain, bukan dirinya sendiri. Dengan demikian, akan semakin sedikit para pujangga yang sudah ada.
"Saat ini, referensi yang ada, yaitu kehidupan Jawa. Lukisan yang dipamerkan berjumlah 23 lukisan. Saya melukis objek-objek Indonesia, khususnya Jawa yang mengangkat nilai-nilai sosial. Dengan melihat kontradiksi-kontradiksi yang terjadi di sekitar masyarakat, saya refleksikan dalam bentuk lukisan," tutur Muncang.
Muncang melukis (drawing) menggunakan pena. Dengan pena, melukis memiliki tantangan tersendiri yang menarik dan unik. Alasannya sangat sederhana, semua dimulai dengan keminiman peralatan yang ada dan harus bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Suatu tantangan yang cukup berat.
"Ciptakan sanggar di hati, dan ketika sanggar tercipta, orang tidak akan terpaku oleh bahan, waktu maupun tempat. Dengan ketidakadaan kita bisa melakukan sesuatu, karena kita sebagai manusia, dibekali kekuatan oleh Tuhan,," tangkasnya saat mengulang pepatah yang didapatkan dari seorang pelukis dan hal tersebut menjadi kekuatannya.
Muncang berharap ada kesadaran setiap manusia atau individu untuk mau menjaga dan melestarikan seni tradisi yang telah diwariskan kepada kita semua. Bila masyarakat Indonesia sudah mempunyai prinsip, maka akan terwujud perkembangan seni tradisi.
Berawal dari kunjungan seorang arkeolog yang menjelaskan secara lebih luas, Muncang baru menyadari objek yang dituangkan dalam lukisannya, hanya merupakan kulit luar dari klasik Jawa saja. Namun, baginya klasik Jawa benar-benar ada. Arkeolog Kusmin Asa menawarkan kerja sama pembuatan film yang mengulas tentang klasik Jawa, pada zaman Syailendra.
Klasik Jawa merupakan tradisi zaman kuno yang mendapatkan pengaruh dari agama Hindu Buddha. Bukti otentik dibuktikan melalui arca- arca yang dikenal.
opini ::
melestarikan budaya harus tetap digalakan,, salah satu contoh yang dapat direalisasikan adalah dengan adanya sanggar - sanggar seni yang dapat membina masyarakat dalam menjaga kebudayaan, sehingga jangan sampai kebudayaan yang begitu unik harus hilang ditelan jaman dan lebih parahnya lagi, kebudayaan asli kita diakui oleh bangsa asing.
http://cabiklunik.blogspot.com/2008/07/masa-depan-seni-tradisi-indonesia.html
Selasa, 05 April 2011
Mainan Tradisional VS Mainan Modern
tema :: pergeseran nilai kebudayaan akibat teknologi informasi
Anto baru saja pindah dari suatu desa A ke suatu kota B karena ayahnya dipindahtugaskan. Disana ia berkenalan dengan seorang anak bernama Marcell. Terjadilah sebuah percakapan di antara mereka
Anto : eh kamu pernah main gobag sodor, dakon, nekeran ga?
Marcell : haahhh??!!? apaan tuh,itu mainan? kagak ngerti gue, gue sih mainannya PS, Game Online.
***
Fenomena tersebut sepertinya lazim di era modern seperti saat ini. Saat ini anak-anak lebih cenderung untuk bermain mainan seperti PS atau disebut dengan mainan modern. Mainan seperti gobag sodor, dakon, nekeran atau biasa disebut mainan tradisional sudah sangat jarang ditemukan. Sebetulnya mainan seperti apa yang bagus untuk anak?Apakah mainan modern atau tradisional.
Mainan tradisional pada dasarnya lebih membentuk anak dalam kemampuan motoriknya baik halus maupun kasar. Hal ini dikarenakan dalam memainkan mainan tradisional seperti dakon, anak dituntut untuk memegang biji secara utuh sembari meletakkannya satu-satu di kotakkannya dengan satu tangan. Motorik halus lebih digunakan dalam permainan ini. Lain halnya dengan permainan petak umpet, kemampuan motorik kasar anak lebih diasah.
Mainan tradisional juga dapat melatih kemampuan sosial anak, karena pada umumnya permainan tradisional adalah permainan yang membutuhkan lebih dari satu pemain. Kemampuan sosial anak dengan teman-temannya sangat diasah, bagaimana emosi anak, bagaimana kemampuan anak untuk berempati dengan teman, kejujuran, kesabaran sangat dituntut dalam mainan tradisional.
Bagaimana dengan mainan modern seperti PlayStation sendiri? Mainan modern lebih mengasah anak dalam hal mengatur strategi, bagaimana anak menyusun suatu siasat agar tujuan/goal dari mainan tersebut tercapai sehingga sang anak menjadi juara.Kelebihan dari mainan ini selain kemampuan mengatur strategi, kemampuan koordinasi alat gerak dengan alat indra anak terasah. Selain itu beberapa orang percaya bahwa mainan ini mampu meningkatkan rentang perhatian dan konsentrasi anak. Namun kemampuan sosial anak tidak terlalu dipentingkan dalam mainan modern ini, malah cenderung diabaikan karena pada umumnya mainan modern berbentuk mainan individual dimana anak dapat bermain sendiri tanpa kehadiran teman-temannya, kalaupun main berdua kemampuan interaksi anak dengan temannya tidak terlalu terlihat. Pada dasarnya sang anak terfokus pada permainan yang ada di hadapannya. Mainan modern cenderung bersifat agresif, sehingga tidak mustahil anak bersifat agresif karena pengaruh dari mainan ini.
Bermain mainan tradisional pada dasarnya lebih baik dibandingkan dengan mainan modern, namun menimbang efek positif dan negatif yang dimiliki mainan modern bukan berarti anak tidak diperbolehkan memainkan mainan modern. Bimbingan orang tua sangat diperlukan dalam memainkan jenis mainan modern ini untuk menyeimbangkan efek negatif yang dimiliki mainan modern
opini ::
dengan berkembangnya teknologi informasi, selain mendapatkan dampak positif, rupanya ada satu hal yang terlupakan oleh perkembangan informasi tersebut atau disebut dengan dampak negatif, dimana salah satunya pada jenis permainan.
permainan modern telah menggeser permainan tradisional yang merupakan salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan.seharusnya sebagai generasi penerus, permainan tradisional harus tetap diperkenalkan kepada masyarakat sebelum diakui oleh negara lain.
http://restryarea23.blogspot.com/2010/01/mainan-tradisional-vs-mainan-modern.html
Anto baru saja pindah dari suatu desa A ke suatu kota B karena ayahnya dipindahtugaskan. Disana ia berkenalan dengan seorang anak bernama Marcell. Terjadilah sebuah percakapan di antara mereka
Anto : eh kamu pernah main gobag sodor, dakon, nekeran ga?
Marcell : haahhh??!!? apaan tuh,itu mainan? kagak ngerti gue, gue sih mainannya PS, Game Online.
***
Fenomena tersebut sepertinya lazim di era modern seperti saat ini. Saat ini anak-anak lebih cenderung untuk bermain mainan seperti PS atau disebut dengan mainan modern. Mainan seperti gobag sodor, dakon, nekeran atau biasa disebut mainan tradisional sudah sangat jarang ditemukan. Sebetulnya mainan seperti apa yang bagus untuk anak?Apakah mainan modern atau tradisional.
Mainan tradisional pada dasarnya lebih membentuk anak dalam kemampuan motoriknya baik halus maupun kasar. Hal ini dikarenakan dalam memainkan mainan tradisional seperti dakon, anak dituntut untuk memegang biji secara utuh sembari meletakkannya satu-satu di kotakkannya dengan satu tangan. Motorik halus lebih digunakan dalam permainan ini. Lain halnya dengan permainan petak umpet, kemampuan motorik kasar anak lebih diasah.
Mainan tradisional juga dapat melatih kemampuan sosial anak, karena pada umumnya permainan tradisional adalah permainan yang membutuhkan lebih dari satu pemain. Kemampuan sosial anak dengan teman-temannya sangat diasah, bagaimana emosi anak, bagaimana kemampuan anak untuk berempati dengan teman, kejujuran, kesabaran sangat dituntut dalam mainan tradisional.
Bagaimana dengan mainan modern seperti PlayStation sendiri? Mainan modern lebih mengasah anak dalam hal mengatur strategi, bagaimana anak menyusun suatu siasat agar tujuan/goal dari mainan tersebut tercapai sehingga sang anak menjadi juara.Kelebihan dari mainan ini selain kemampuan mengatur strategi, kemampuan koordinasi alat gerak dengan alat indra anak terasah. Selain itu beberapa orang percaya bahwa mainan ini mampu meningkatkan rentang perhatian dan konsentrasi anak. Namun kemampuan sosial anak tidak terlalu dipentingkan dalam mainan modern ini, malah cenderung diabaikan karena pada umumnya mainan modern berbentuk mainan individual dimana anak dapat bermain sendiri tanpa kehadiran teman-temannya, kalaupun main berdua kemampuan interaksi anak dengan temannya tidak terlalu terlihat. Pada dasarnya sang anak terfokus pada permainan yang ada di hadapannya. Mainan modern cenderung bersifat agresif, sehingga tidak mustahil anak bersifat agresif karena pengaruh dari mainan ini.
Bermain mainan tradisional pada dasarnya lebih baik dibandingkan dengan mainan modern, namun menimbang efek positif dan negatif yang dimiliki mainan modern bukan berarti anak tidak diperbolehkan memainkan mainan modern. Bimbingan orang tua sangat diperlukan dalam memainkan jenis mainan modern ini untuk menyeimbangkan efek negatif yang dimiliki mainan modern
opini ::
dengan berkembangnya teknologi informasi, selain mendapatkan dampak positif, rupanya ada satu hal yang terlupakan oleh perkembangan informasi tersebut atau disebut dengan dampak negatif, dimana salah satunya pada jenis permainan.
permainan modern telah menggeser permainan tradisional yang merupakan salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan.seharusnya sebagai generasi penerus, permainan tradisional harus tetap diperkenalkan kepada masyarakat sebelum diakui oleh negara lain.
http://restryarea23.blogspot.com/2010/01/mainan-tradisional-vs-mainan-modern.html
Harapan Ibu Terhadap Anaknya
Pernahkah anda kesal pada orang tua anda,?Hanya karena beliau tidak memberikan anda ijin untuk melakukan sesuatu seperti keinginan anda,? Atau tidak memenuhi permintaan anda membuat anda membentak-bentak pada beliau?Dan pernahkah, sedikit saja anda berpikir saat itu, bagaimana tentunya perasaan beliau kepada anda, anaknya sendiri yang telah membentaknya?
Sadarlah, dan ingat selalu..siapa yang dulu bersusah payah berjalan, demi anda saat anda dalam kandungan.Siapa yang dulu selalu membelai-belai anda dengan penuh kasih sayang, tanpa perasaan mengeluh sedikitpun meskipun anda menghentak-hentakan kaki anda di dalam perut beliau, sehingga beliau merasakan nyeri, sakit pinggang, dan lelah yang amat sangat saat mengandung anda..Dan siapa yang bersusah payah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anda yang sudah lama dinanti untuk lahir ke dunia?Pernahkah anda membayangkan bagaimana luar biasa sakitnya beliau saat itu?Dan siapa pula yang sangat khawatir saat anda baru keluar dari rahim beliau,meskipun sakit beliau sudah sedikit reda, tapi kekhawatiran beliau memuncak saat anda berhasil dilahirkan dengan selamat.Beliau bertanya-tanya, "dimana anak saya? Dimana? Selamatkah dia? Apakah dia sehat?" dan dengan penuh rasa khawatir beliau menunggu jawaban yang pasti dari dokter, kalau anda dilahirkan dengan selamat, sehat wal'afiat, tanpa ada satu kecacatan pun.Pernahkah anda mencoba mengerti perasaan beliau saat itu?Bagaimana senangnya beliau ketika anda yang selama ini sebenarnya sudah menjadi beban baginya namun beliau tetap ikhlas, telah lahir ke dunia, dengan tanpa satu kekurangan pun.dan saat itu pula, ayah anda yang sejak anda di kandungan telah berjuang memenuhi keinginan "ngidam" sang ibu, membantu bahkan mengerjakan semua pekerjaan ruma, dan bahkan rela mengabaikan pekerjaan beliau hanya untuk mengurus anda, membisikkan sesuatu ke telinga anda saat itu. Dan ya.. itu adalah suara adzan dari ayah anda.
Juga pernahkah anda terpikir bagaimana khawatirnya beliau membawa anda dari rumah sakit / tempat anda dilahirkan ke rumah? Takut akan segala sesuatu yang mungkin dapat mengancam nyawa anda.Dan betapa leganya beliau saat anda sampai di rumah dengan selamat, tanpa kurang sesuatu hal pun.
Hari-hari beliau disibukkan dengan kelakuan nakal anda saat anda kecil,tiap hari anda kencingi beliau,anda berak di gendongan beliau, tapi beliau tidak pernah enggan menyuapi anda, memberikan anda ASI nya, meskipun beliau lemas setelah itu. Dan betapa repotnya beliau, di tengah malam, anda bangun dan menangis kencang, karena ingin minum, lapar, dsb. Tapi dengan rasa ikhlas beliau bangun, meskipun dengan mata kemerahan akibat mengantuk, beliau tetap mengurus keperluan anda.
Hari demi hari beliau jalani bersama anda, dan akhirnya, tiba saat beliau mempercayakan pada diri anda untuk keluar melihat dunia, meski perasaan beliau sangat-sangat khawatir. Dan betapa leganya beliau saat anda telah pulang dengan selamat, tanpa ada kurang sedikitpun.
Begitu terus, hal itu terus berulang sampai saat ini, sampai saat beliau masih menjadi orang tua anda, sampai kapanpun..
Dan sekarang, setelah anda tumbuh dewasa, sudah merasa mandiri,anda berani membentak, memarahi, kesal pada beliau hanya karena hal sekecil itu?
opini ::
seharusnya kita harus mengerti harapan seorang ibu terhadap diri kita, karena harapan ibu, adalah menjadikan anaknya menjadi seseorang yang berguna. dan janganlah kita , terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan jika ibu tidak memperbolehkan kita pada sesuatu hal.
http://b-for-billy.blogspot.com/2008/11/harapan-ibu-pada-anaknya.html
Sadarlah, dan ingat selalu..siapa yang dulu bersusah payah berjalan, demi anda saat anda dalam kandungan.Siapa yang dulu selalu membelai-belai anda dengan penuh kasih sayang, tanpa perasaan mengeluh sedikitpun meskipun anda menghentak-hentakan kaki anda di dalam perut beliau, sehingga beliau merasakan nyeri, sakit pinggang, dan lelah yang amat sangat saat mengandung anda..Dan siapa yang bersusah payah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anda yang sudah lama dinanti untuk lahir ke dunia?Pernahkah anda membayangkan bagaimana luar biasa sakitnya beliau saat itu?Dan siapa pula yang sangat khawatir saat anda baru keluar dari rahim beliau,meskipun sakit beliau sudah sedikit reda, tapi kekhawatiran beliau memuncak saat anda berhasil dilahirkan dengan selamat.Beliau bertanya-tanya, "dimana anak saya? Dimana? Selamatkah dia? Apakah dia sehat?" dan dengan penuh rasa khawatir beliau menunggu jawaban yang pasti dari dokter, kalau anda dilahirkan dengan selamat, sehat wal'afiat, tanpa ada satu kecacatan pun.Pernahkah anda mencoba mengerti perasaan beliau saat itu?Bagaimana senangnya beliau ketika anda yang selama ini sebenarnya sudah menjadi beban baginya namun beliau tetap ikhlas, telah lahir ke dunia, dengan tanpa satu kekurangan pun.dan saat itu pula, ayah anda yang sejak anda di kandungan telah berjuang memenuhi keinginan "ngidam" sang ibu, membantu bahkan mengerjakan semua pekerjaan ruma, dan bahkan rela mengabaikan pekerjaan beliau hanya untuk mengurus anda, membisikkan sesuatu ke telinga anda saat itu. Dan ya.. itu adalah suara adzan dari ayah anda.
Juga pernahkah anda terpikir bagaimana khawatirnya beliau membawa anda dari rumah sakit / tempat anda dilahirkan ke rumah? Takut akan segala sesuatu yang mungkin dapat mengancam nyawa anda.Dan betapa leganya beliau saat anda sampai di rumah dengan selamat, tanpa kurang sesuatu hal pun.
Hari-hari beliau disibukkan dengan kelakuan nakal anda saat anda kecil,tiap hari anda kencingi beliau,anda berak di gendongan beliau, tapi beliau tidak pernah enggan menyuapi anda, memberikan anda ASI nya, meskipun beliau lemas setelah itu. Dan betapa repotnya beliau, di tengah malam, anda bangun dan menangis kencang, karena ingin minum, lapar, dsb. Tapi dengan rasa ikhlas beliau bangun, meskipun dengan mata kemerahan akibat mengantuk, beliau tetap mengurus keperluan anda.
Hari demi hari beliau jalani bersama anda, dan akhirnya, tiba saat beliau mempercayakan pada diri anda untuk keluar melihat dunia, meski perasaan beliau sangat-sangat khawatir. Dan betapa leganya beliau saat anda telah pulang dengan selamat, tanpa ada kurang sedikitpun.
Begitu terus, hal itu terus berulang sampai saat ini, sampai saat beliau masih menjadi orang tua anda, sampai kapanpun..
Dan sekarang, setelah anda tumbuh dewasa, sudah merasa mandiri,anda berani membentak, memarahi, kesal pada beliau hanya karena hal sekecil itu?
opini ::
seharusnya kita harus mengerti harapan seorang ibu terhadap diri kita, karena harapan ibu, adalah menjadikan anaknya menjadi seseorang yang berguna. dan janganlah kita , terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan jika ibu tidak memperbolehkan kita pada sesuatu hal.
http://b-for-billy.blogspot.com/2008/11/harapan-ibu-pada-anaknya.html
Muhammad Sebagai Seorang Suami
tema :: manusia dan adil
Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah swt. adalah mereka, para Rasul sebagai contoh teladan bagi yang meniti jalan menuju Allah swt, agar orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan bidang, fiddunya wal akhirah.
Allah swt berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad saw.:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Berkata Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini: “Inilah ayat mendasar yang berisikan anjuran menjadikan Rasulullah saw sebagai suri teladan, dalam ucapan, perbuatan dan keadannya.”
Dalam tulisan sederhana ini kami paparkan petunjuk Nabi saw. tentang bagaimana beliau berinteraksi dengan istri-istrinya. Bagaimana beliau bermu’amalah dan menjaga mereka. serta bagaimana beliau melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak mereka.
Muhammad Bersikap Adil
Nabi Muhammad saw. sangat memperhatikan perilaku adil terhadap istri-istrinya dalam segala hal, termasuk sesuatu yang remeh dan sepele. Beliau adil terhadap istri-istrinya dalam pemberian tempat tinggal, nafkah, pembagian bermalam, dan jadwal berkunjung.
Soal cinta, beliau lebih mencintai Aisyah dibanding istri-istri beliau yang lain, namun beliau tidak pernah membedakan Aisyah dengan yang lain selamanya. Meskipun di sisi lain, beliau beristighfar kepada Allah swt karena tidak bisa berlaku adil di dalam membagi cinta atau perasaan hati kepada istri-istrinya, karena persoalan yang satu ini adalah hak preogratif Allah swt. saja. Rasulullah saw. bersabda:
(اللهم إن هذا قسمي فيما أملك، فلا تلمني فيما لا أملك)
“Ya Allah, inilah pembagianku yang saya bisa. Maka jangan cela aku atas apa yang aku tidak kuasa.”
Ketika beliau dalam kondisi sakit yang menyebabkan maut menjemput, beliau meminta kepada istrinya yang lain agar diperkenankan berada di rumah Aisyah.
Muhammad Bermusyawarah Dengan Para Istrinya
Rasulullah saw mengajak istri-istrinya bermusyawarah dalam banyak urusan. Beliau sangat menghargai pendapat-pendapat mereka. Padahal wanita pada masa jahiliyah, sebelum datangnya Islam diperlakukan seperti barang dagangan semata, dijual dan dibeli, tidak dianggap pendapatnya, meskipun itu berkaitan dengan urusan yang langsung dan khusus dengannya.
slam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan laki-laki. Allah swt berfirman:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Al Baqarah:228.
Muhammad Lapang Dada dan Penyayang
Istri-istri Rasulullah saw memberi masukan tentang suatu hal kepada Nabi, beliau menerima dan memberlakukan mereka dengan lembut. Beliau tidak pernah memukul salah seorang dari mereka sekali pun.
Cara Nabi Meluruskan Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah menggap sepele kesalahan yang diperbuat oleh salah satu dari istri. Beliau pasti meluruskan dengan cara yang baik. Diriwayatkan dari Aisyah:
تقول عائشة رضي الله عنها: ما رأيت صانعة طعام مثل صفية صنعت لرسول الله طعاما وهو في بيتي، فارتعدت من شدة الغيرة فكسرت الإناء ثم ندمت فقلت: يا رسول الله ما كفارة ما صنعت؟ قال: إناء مثل إناء، وطعام مثل طعام.
“Saya tidak pernah melihat orang yang lebih baik di dalam membuatkan masakan, selain Shafiyah. Ia membuatkan hidangan untuk Rasulullah saw di rumahku. Seketika saya cemburu dan membanting piring beserta isinya.” Saya menyesal, seraya berkata kepada Rasulullah saw. “Apa kafarat atas perilaku yang saya lakukan?” Rasulullah saw menjawab: “Piring diganti piring, dan makanan diganti makanan.”
Rasulullah saw. menjadi pendengar yang baik. Beliau memberi kesempatan kepada istri-istrinya kebebasan untuk berbicara. Namun beliau tidak toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun. Aisyah berkata kepada Nabi setelah wafatnya Khadijah ra.:
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
Muhammad Pelayan Bagi Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan khidmah atau pelayanan ketika di dalam rumah. Beliau selalu bermurah hati menolong istri-istrinya jika kondisi menuntut itu. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (خدمتك زوجتك صدقة)
“Pelayanan Anda untuk istri Anda adalah sedekah.”
Muhammad Berhias Untuk Istrinya
Rasulullah saw mengetahu betul kebutuhan sorang wanita untuk berdandan di depan laki-lakinya, begitu juga laki-laki berdandan untuk istrinya.
Muhammad dan Canda-Ria
Rasulullah saw tidak tidak lupa bermain, bercanda-ria dengan istri-istri beliau, meskipun tanggungjawab dan beban berat di pundaknya.Karena rehat, canda akan menyegarkan suasan hati, menggemberakan jiwa, memperbaharui semangat dan mengembalikan fitalitas fisik.
فعن عائشة – رضي الله عنها- أنها قالت خرجنا مع رسول الله (صلى الله عليه وسلم) في سفر فنزلنا منزل فقال لها : تعالي حتى أُسابقك قالت: فسابقته فسبقته، وخرجت معه بعد ذلك في سفر آخر فنزلنا منزلا فقال: تعالي حتى أسابقك قالت: فسبقني، فضرب بين كتفي وقال : هذه بتلك).
Dari Aisyah ra berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam suatu safar. Kami turun di suatu tempat. Beliau memanggil saya dan berkata: “Ayo adu lari” Aisyah berkata: Kami berdua adu lari dan saya pemenangnya. Pada kesempatan safar yang lain, Rasulullah saw mengajak lomba lari. Aisyah berkata: “Pada kali ini beliau mengalahkanku. Maka Rasulullah saw bersabda: “Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.” Allahu A’lam
opini ::
sebagai manusia terutama bagi yang ingin mengikuti jejak nabi Muhammad dalam berpoligami, seharusnya dapat mengikuti apa yang dilakukan beliau, karena pada masa kini, banyak sekali penganut ajaran ini yang memperlakukan istri - istrinya secara tidak adil baik batin maupun rohani
sumber: Muhammad Sebagai Seorang Suami http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1987615-muhammad-sebagai-seorang-suami/#ixzz1IdK0GRXT
Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah swt. adalah mereka, para Rasul sebagai contoh teladan bagi yang meniti jalan menuju Allah swt, agar orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan bidang, fiddunya wal akhirah.
Allah swt berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad saw.:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Berkata Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini: “Inilah ayat mendasar yang berisikan anjuran menjadikan Rasulullah saw sebagai suri teladan, dalam ucapan, perbuatan dan keadannya.”
Dalam tulisan sederhana ini kami paparkan petunjuk Nabi saw. tentang bagaimana beliau berinteraksi dengan istri-istrinya. Bagaimana beliau bermu’amalah dan menjaga mereka. serta bagaimana beliau melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak mereka.
Muhammad Bersikap Adil
Nabi Muhammad saw. sangat memperhatikan perilaku adil terhadap istri-istrinya dalam segala hal, termasuk sesuatu yang remeh dan sepele. Beliau adil terhadap istri-istrinya dalam pemberian tempat tinggal, nafkah, pembagian bermalam, dan jadwal berkunjung.
Soal cinta, beliau lebih mencintai Aisyah dibanding istri-istri beliau yang lain, namun beliau tidak pernah membedakan Aisyah dengan yang lain selamanya. Meskipun di sisi lain, beliau beristighfar kepada Allah swt karena tidak bisa berlaku adil di dalam membagi cinta atau perasaan hati kepada istri-istrinya, karena persoalan yang satu ini adalah hak preogratif Allah swt. saja. Rasulullah saw. bersabda:
(اللهم إن هذا قسمي فيما أملك، فلا تلمني فيما لا أملك)
“Ya Allah, inilah pembagianku yang saya bisa. Maka jangan cela aku atas apa yang aku tidak kuasa.”
Ketika beliau dalam kondisi sakit yang menyebabkan maut menjemput, beliau meminta kepada istrinya yang lain agar diperkenankan berada di rumah Aisyah.
Muhammad Bermusyawarah Dengan Para Istrinya
Rasulullah saw mengajak istri-istrinya bermusyawarah dalam banyak urusan. Beliau sangat menghargai pendapat-pendapat mereka. Padahal wanita pada masa jahiliyah, sebelum datangnya Islam diperlakukan seperti barang dagangan semata, dijual dan dibeli, tidak dianggap pendapatnya, meskipun itu berkaitan dengan urusan yang langsung dan khusus dengannya.
slam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan laki-laki. Allah swt berfirman:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Al Baqarah:228.
Muhammad Lapang Dada dan Penyayang
Istri-istri Rasulullah saw memberi masukan tentang suatu hal kepada Nabi, beliau menerima dan memberlakukan mereka dengan lembut. Beliau tidak pernah memukul salah seorang dari mereka sekali pun.
Cara Nabi Meluruskan Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah menggap sepele kesalahan yang diperbuat oleh salah satu dari istri. Beliau pasti meluruskan dengan cara yang baik. Diriwayatkan dari Aisyah:
تقول عائشة رضي الله عنها: ما رأيت صانعة طعام مثل صفية صنعت لرسول الله طعاما وهو في بيتي، فارتعدت من شدة الغيرة فكسرت الإناء ثم ندمت فقلت: يا رسول الله ما كفارة ما صنعت؟ قال: إناء مثل إناء، وطعام مثل طعام.
“Saya tidak pernah melihat orang yang lebih baik di dalam membuatkan masakan, selain Shafiyah. Ia membuatkan hidangan untuk Rasulullah saw di rumahku. Seketika saya cemburu dan membanting piring beserta isinya.” Saya menyesal, seraya berkata kepada Rasulullah saw. “Apa kafarat atas perilaku yang saya lakukan?” Rasulullah saw menjawab: “Piring diganti piring, dan makanan diganti makanan.”
Rasulullah saw. menjadi pendengar yang baik. Beliau memberi kesempatan kepada istri-istrinya kebebasan untuk berbicara. Namun beliau tidak toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun. Aisyah berkata kepada Nabi setelah wafatnya Khadijah ra.:
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
Muhammad Pelayan Bagi Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan khidmah atau pelayanan ketika di dalam rumah. Beliau selalu bermurah hati menolong istri-istrinya jika kondisi menuntut itu. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (خدمتك زوجتك صدقة)
“Pelayanan Anda untuk istri Anda adalah sedekah.”
Muhammad Berhias Untuk Istrinya
Rasulullah saw mengetahu betul kebutuhan sorang wanita untuk berdandan di depan laki-lakinya, begitu juga laki-laki berdandan untuk istrinya.
Muhammad dan Canda-Ria
Rasulullah saw tidak tidak lupa bermain, bercanda-ria dengan istri-istri beliau, meskipun tanggungjawab dan beban berat di pundaknya.Karena rehat, canda akan menyegarkan suasan hati, menggemberakan jiwa, memperbaharui semangat dan mengembalikan fitalitas fisik.
فعن عائشة – رضي الله عنها- أنها قالت خرجنا مع رسول الله (صلى الله عليه وسلم) في سفر فنزلنا منزل فقال لها : تعالي حتى أُسابقك قالت: فسابقته فسبقته، وخرجت معه بعد ذلك في سفر آخر فنزلنا منزلا فقال: تعالي حتى أسابقك قالت: فسبقني، فضرب بين كتفي وقال : هذه بتلك).
Dari Aisyah ra berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam suatu safar. Kami turun di suatu tempat. Beliau memanggil saya dan berkata: “Ayo adu lari” Aisyah berkata: Kami berdua adu lari dan saya pemenangnya. Pada kesempatan safar yang lain, Rasulullah saw mengajak lomba lari. Aisyah berkata: “Pada kali ini beliau mengalahkanku. Maka Rasulullah saw bersabda: “Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.” Allahu A’lam
opini ::
sebagai manusia terutama bagi yang ingin mengikuti jejak nabi Muhammad dalam berpoligami, seharusnya dapat mengikuti apa yang dilakukan beliau, karena pada masa kini, banyak sekali penganut ajaran ini yang memperlakukan istri - istrinya secara tidak adil baik batin maupun rohani
sumber: Muhammad Sebagai Seorang Suami http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1987615-muhammad-sebagai-seorang-suami/#ixzz1IdK0GRXT
MENGATASI SINDROM UJIAN NASIONAL
tema :: manusia dan kegelisahan
Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari, terutama bagi para siswa SMA. Berbagai gejala sindrom UN semakin tampak dalam keseharian siswa-siswi di sekolah maupun di rumah. Tidak sedikit yang bertingkah laku di luar kebiasaannya. Stres, tegang, gelisah, panik, khawatir dan takut menghadapi ujian merupakan gejala psikologis yang kerap mendominasi hati dan pikiran. Tidak sedikit pula yang bersikap sebaliknya, terlihat acuh tak acuh dan dibawa santai. Gejala -gejala sindromatik menjelang ujian, tentu perlu dicermati dan diatasi secara tepat, baik oleh diri siswa sendiri, orang tua maupun guru. Dalam kondisi tertentu, sindrom UN tersebut kerap mengganggu kesehatan. Ada yang jadi gampang sakit, terlihat lesu dan sulit berkonsentrasi ketika belajar. “Takut tidak lulus”, mungkin hal yang paling membebani para siswa, sehingga mengatasi sindrom UN yang menggejala tersebut diperlukan upaya persiapan dan dukungan integral dari aspek material, moral, mental, psikologis, spiritual, intelektual dan emosional yang dilakukan semua pihak terkait.
Mengapa demikian?
Munculnya gejala sindromatik yang ditunjukkan siswa bisa dikatakan sebagai gejala psikologis berulang dari tahun ke tahun. Hal ini tentu perlu untuk dijadikan bahan evaluasi dan inovasi bagi semua pihak, termasuk orang tua, guru, siswa dan pengelola sistem pendidikan. Sebuah realita bahwa UN “membebani” banyak siswa, bahkan para guru juga orang tua siswa. Beban kecemasan dan kekhawatiran akan menggejala mulai dari diinformasikannya standar kelulusan, persiapan yang harus dilakukan pra-UN, saat pelaksanaannya, hingga mempersiapkan kondisi pasca UN. Memang, sebagai bagian dari sebuah sistem, UN memiliki tujuan yang ideal bagi proses pendidikan, terutama sebagai salah satu alat ukur keberhasilan pembelajaran formal. Namun, dalam praktiknya, tingkat kesiapan dan kematangan tiap sekolah, guru dan siswanya berbeda-beda, bergantung kepada besar kecilnya kendala yang dihadapi masing-masing.
Sebagai sebuah proses dalam sistem pendidikan, UN dapat dikatakan sebagai ajang kompetisi prestasi bergengsi yang bisa mempengaruhi mutu sekolah dan kualitas lulusan. Namun, secara manusiawi, ujian dalam bentuk apapun membutuhkan kesiapan mental dan fisik, serta kematangan dalam mempersiapkan berbagai kemungkinan. Ujian Nasional juga dapat dikatakan sebagai sebuah beban mental bagi yang tidak siap mengatasi dan menghadapi berbagai kemungkinan (berhasil/gagal). Beban mental psikologis seringkali lebih sulit diatasi, serta melemahkan kekuatan fisik dan konsentrasi berpikir seseorang sekalipun persiapan materi sudah mantap, sehingga ciri-ciri sindromatik di atas kerap terlihat mempengaruhi sikap dan tingkah laku para siswa yang akan menghadapi ujian.
PENANGGULANGAN ::
Ada gejala, ada kendala dan ada usaha untuk melewatinya sebagai sebagai sebuah proses di dunia pendidikan. Kesiapan mental, emosional dan spiritual merupakan aspek penting yang mendukung aspek material dan intelektual dalam menghadapi ujian dan mengatasi gejala-gejala sindrom tersebut. Selain dukungan moral dan material dari guru dan orang tua, bagi pembaca yang akan menghadapi ujian ada beberapa cara sederhana yang dapat disimak berikut ini untuk membantu mengtasi sindrom ujian.
Pertama, usahakan untuk makan teratur dengan gizi seimbang. Kesiapan fisik merupakan modal penting menghadapi segala bentuk ujian. Hindari minuman berkafein tinggi, beralkohol dan merokok karena selain mengganggu kesehatan badan juga bisa merusak mood kita. Mood merupakan faktor penting bagi kelancaran dan keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu, termasuk menjaga stabilitas semangat dan konsentrasi.
Kedua, biasaan tidur cukup dan teratur. Selain tidur malam yang cukup dan berkualitas, sempatkan tidur siang selama 20-30 menit untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan otak kembali fresh. Penelitian membuktikan bahwa tidur selain mempengaruhi optimasi kerja otak juga mempengaruhi kestabilan emosi. Rasa cemas, tegang dan stres merupakan dorongan emosional kita. Kestabilan emosi sangat mempengaruhi kebebasan dan ketenangan berpikir juga dalam melakukan dan menyelesaikan sesuatu. Ketiga, manjakan otak dengan relaksasi atau terapi musik sederhana. Hal ini bisa dilakukan sambil belajar atau setelah penat belajar. Menciptakan suasana belajar yang nyaman, di tempat yang tenang atau sambil mendengarkan musik berirama lembut bisa membantu optimasi fungsi kerja otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Keempat, jangan bebani otak kita dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) atau belajar banyak materi sekaligus dalam satu waktu. Memori otak kita lebih efektif menyerap informasi secara berkala. Karena itu, lebih baik belajar sedikit-sedikit secara rutin (dicicil) setiap hari bahkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Mempelajari variasi soal ujian yang berkaitan dengan materi pelajaran atau membuat ringkasan materi bisa menjadi metode yang membantu pemahaman kita. Beban otak berlebih mempengaruhi emosi dan pikiran kita, cepat lelah dan gampang marah.
Kelima, jangan menyepelekan hal-hal yang dianggap kecil yang berkaitan dengan ujian. Persiapkan peralatan dan kelengkapan ujian, serta perhatikan hal-hal teknis lainnya seperti peraturan ujian dan ketelitian membaca, memahami dan menganalisa soal ujian. Keteledoran dalam hal-hal kecil seringkali menimbulkan kepanikan yang bisa membuat konsentrasi buyar.
Keenam, tumbuhkan optimisme bahwa kita pasti bisa melewati ujian dengan segenap upaya dan kerja keras kita dalam belajar. Keyakinan dan berpikir positif merupakan energi yang bisa mempengaruhi cara kita bersikap dan bertindak, sehingga berdampak terhadap kestabilan fisik dan ketenangan psikis kita menghadapi ujian
Ketujuh, persiapkan mental spiritual kita dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya melalui shalat, doa, membiasakan membaca Al-Qur’an secara rutin dan berpuasa. Di balik segala upaya fisik dan material kita, ada kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Menentukan, yang lebih menentukan keberhasilan atau kegagalan kita. Kerendahan hati kita untuk meminta akan menumbuhkan keikhlasan kita untuk bersabar dalam ikhtiar (belajar), serta dalam berserah dan berpasrah diri atas keputusan-Nya.
DOA merupakan energi yang tidak akan pernah habis meskipun sering kita gunakan dan sering pula kita abaikan. Sebuah doa bisa mengubah keadaan dan segenap upaya bisa menjadi jalan terwujudnya harapan.
http://niahidayati.net/mengatasi-sindrom-ujian-nasional.html
Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari, terutama bagi para siswa SMA. Berbagai gejala sindrom UN semakin tampak dalam keseharian siswa-siswi di sekolah maupun di rumah. Tidak sedikit yang bertingkah laku di luar kebiasaannya. Stres, tegang, gelisah, panik, khawatir dan takut menghadapi ujian merupakan gejala psikologis yang kerap mendominasi hati dan pikiran. Tidak sedikit pula yang bersikap sebaliknya, terlihat acuh tak acuh dan dibawa santai. Gejala -gejala sindromatik menjelang ujian, tentu perlu dicermati dan diatasi secara tepat, baik oleh diri siswa sendiri, orang tua maupun guru. Dalam kondisi tertentu, sindrom UN tersebut kerap mengganggu kesehatan. Ada yang jadi gampang sakit, terlihat lesu dan sulit berkonsentrasi ketika belajar. “Takut tidak lulus”, mungkin hal yang paling membebani para siswa, sehingga mengatasi sindrom UN yang menggejala tersebut diperlukan upaya persiapan dan dukungan integral dari aspek material, moral, mental, psikologis, spiritual, intelektual dan emosional yang dilakukan semua pihak terkait.
Mengapa demikian?
Munculnya gejala sindromatik yang ditunjukkan siswa bisa dikatakan sebagai gejala psikologis berulang dari tahun ke tahun. Hal ini tentu perlu untuk dijadikan bahan evaluasi dan inovasi bagi semua pihak, termasuk orang tua, guru, siswa dan pengelola sistem pendidikan. Sebuah realita bahwa UN “membebani” banyak siswa, bahkan para guru juga orang tua siswa. Beban kecemasan dan kekhawatiran akan menggejala mulai dari diinformasikannya standar kelulusan, persiapan yang harus dilakukan pra-UN, saat pelaksanaannya, hingga mempersiapkan kondisi pasca UN. Memang, sebagai bagian dari sebuah sistem, UN memiliki tujuan yang ideal bagi proses pendidikan, terutama sebagai salah satu alat ukur keberhasilan pembelajaran formal. Namun, dalam praktiknya, tingkat kesiapan dan kematangan tiap sekolah, guru dan siswanya berbeda-beda, bergantung kepada besar kecilnya kendala yang dihadapi masing-masing.
Sebagai sebuah proses dalam sistem pendidikan, UN dapat dikatakan sebagai ajang kompetisi prestasi bergengsi yang bisa mempengaruhi mutu sekolah dan kualitas lulusan. Namun, secara manusiawi, ujian dalam bentuk apapun membutuhkan kesiapan mental dan fisik, serta kematangan dalam mempersiapkan berbagai kemungkinan. Ujian Nasional juga dapat dikatakan sebagai sebuah beban mental bagi yang tidak siap mengatasi dan menghadapi berbagai kemungkinan (berhasil/gagal). Beban mental psikologis seringkali lebih sulit diatasi, serta melemahkan kekuatan fisik dan konsentrasi berpikir seseorang sekalipun persiapan materi sudah mantap, sehingga ciri-ciri sindromatik di atas kerap terlihat mempengaruhi sikap dan tingkah laku para siswa yang akan menghadapi ujian.
PENANGGULANGAN ::
Ada gejala, ada kendala dan ada usaha untuk melewatinya sebagai sebagai sebuah proses di dunia pendidikan. Kesiapan mental, emosional dan spiritual merupakan aspek penting yang mendukung aspek material dan intelektual dalam menghadapi ujian dan mengatasi gejala-gejala sindrom tersebut. Selain dukungan moral dan material dari guru dan orang tua, bagi pembaca yang akan menghadapi ujian ada beberapa cara sederhana yang dapat disimak berikut ini untuk membantu mengtasi sindrom ujian.
Pertama, usahakan untuk makan teratur dengan gizi seimbang. Kesiapan fisik merupakan modal penting menghadapi segala bentuk ujian. Hindari minuman berkafein tinggi, beralkohol dan merokok karena selain mengganggu kesehatan badan juga bisa merusak mood kita. Mood merupakan faktor penting bagi kelancaran dan keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu, termasuk menjaga stabilitas semangat dan konsentrasi.
Kedua, biasaan tidur cukup dan teratur. Selain tidur malam yang cukup dan berkualitas, sempatkan tidur siang selama 20-30 menit untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan otak kembali fresh. Penelitian membuktikan bahwa tidur selain mempengaruhi optimasi kerja otak juga mempengaruhi kestabilan emosi. Rasa cemas, tegang dan stres merupakan dorongan emosional kita. Kestabilan emosi sangat mempengaruhi kebebasan dan ketenangan berpikir juga dalam melakukan dan menyelesaikan sesuatu. Ketiga, manjakan otak dengan relaksasi atau terapi musik sederhana. Hal ini bisa dilakukan sambil belajar atau setelah penat belajar. Menciptakan suasana belajar yang nyaman, di tempat yang tenang atau sambil mendengarkan musik berirama lembut bisa membantu optimasi fungsi kerja otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Keempat, jangan bebani otak kita dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) atau belajar banyak materi sekaligus dalam satu waktu. Memori otak kita lebih efektif menyerap informasi secara berkala. Karena itu, lebih baik belajar sedikit-sedikit secara rutin (dicicil) setiap hari bahkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Mempelajari variasi soal ujian yang berkaitan dengan materi pelajaran atau membuat ringkasan materi bisa menjadi metode yang membantu pemahaman kita. Beban otak berlebih mempengaruhi emosi dan pikiran kita, cepat lelah dan gampang marah.
Kelima, jangan menyepelekan hal-hal yang dianggap kecil yang berkaitan dengan ujian. Persiapkan peralatan dan kelengkapan ujian, serta perhatikan hal-hal teknis lainnya seperti peraturan ujian dan ketelitian membaca, memahami dan menganalisa soal ujian. Keteledoran dalam hal-hal kecil seringkali menimbulkan kepanikan yang bisa membuat konsentrasi buyar.
Keenam, tumbuhkan optimisme bahwa kita pasti bisa melewati ujian dengan segenap upaya dan kerja keras kita dalam belajar. Keyakinan dan berpikir positif merupakan energi yang bisa mempengaruhi cara kita bersikap dan bertindak, sehingga berdampak terhadap kestabilan fisik dan ketenangan psikis kita menghadapi ujian
Ketujuh, persiapkan mental spiritual kita dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya melalui shalat, doa, membiasakan membaca Al-Qur’an secara rutin dan berpuasa. Di balik segala upaya fisik dan material kita, ada kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Menentukan, yang lebih menentukan keberhasilan atau kegagalan kita. Kerendahan hati kita untuk meminta akan menumbuhkan keikhlasan kita untuk bersabar dalam ikhtiar (belajar), serta dalam berserah dan berpasrah diri atas keputusan-Nya.
DOA merupakan energi yang tidak akan pernah habis meskipun sering kita gunakan dan sering pula kita abaikan. Sebuah doa bisa mengubah keadaan dan segenap upaya bisa menjadi jalan terwujudnya harapan.
http://niahidayati.net/mengatasi-sindrom-ujian-nasional.html
Anak Gaza Kelaparan, Makan Rumput Untuk Bertahan Hidup
tema :: manusia dan penderitaan
Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.
Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.
Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.
Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun!
opini saya ::
seharusnya pemerintah yang berangkutan harus mengutamakan kesejahterahan masyarakatnya karena itu bersinambung dengan kelangsungtan negara tersebut.
anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus tercukupinya pendidikan, gizi dan perlindungan.
http://www.eramuslim.com/berita/palestina/anak-gaza-kelaparan-makan-rumput-untuk-bertahan-hidup.htm
Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.
Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.
Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.
Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun!
opini saya ::
seharusnya pemerintah yang berangkutan harus mengutamakan kesejahterahan masyarakatnya karena itu bersinambung dengan kelangsungtan negara tersebut.
anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus tercukupinya pendidikan, gizi dan perlindungan.
http://www.eramuslim.com/berita/palestina/anak-gaza-kelaparan-makan-rumput-untuk-bertahan-hidup.htm
Fenomena Idola dan Fans (Penggemar)
tema :: manusia dan cinta kasih


foto 1: mariska, hang sang min (PERSEMA)
foto 2: mariska, Kim kurniawan (PERSEMA)
Setiap manusia pasti mempunyai idola untuk di banggakan bisa siapa saja termasuk orang tua kita yang telah membesarkan kita dari kecil hingga sukses seperti saat ini.
Para Fans ( Penggemar) selama ini selalu identik dengan ketenaran para idola atau para selebritas dunia.sosok para fans sangat penting sebagai penyemangat, penikmat, pemberi kritik sekaligus pencinta para idola (Artis, Musisi, Politisi dan tokoh panutan lainnya). Apa jadinya bila para fans sudah menyentuh ruang pribadi para idola, atau sang tokoh idola membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Tentu perasaan sedih, jengah, marah dan kesal menjadi titik puncak segala keresahan hati para fans, banyak yang berkata itulah resiko menjadi idola harus berkutat dengan para fans yang terkadang merasa memiliki mereka , ketika titik karier para idola di puncak dan di kenal masyarakat sedikit sekali mempunyai ruang pribadi, semua jadi berita baik media cetak, elektronik maupun media on line.
Kehidupan pribadi para idola merupakan makanan empuk untuk santapan gosip di masyarakat bisa di lihat dari acara infotaiment dari mulai pagi hingga malam atau rubrik gosip di sejumlah media. terkadang para fans terutama yang fanatik tanpa sadar meminta hal lebih dari idola bisa berikan terutama masalah jodoh yang di luar akal sehat manusia karena semua adalah kuasa Tuhan yang sudah digariskan untuk jodohnya.
Seorang penulis pernah berkata : ” Cintailah idola mu dengan indah, jangan campuri urusan pribadi mereka” .
Contoh nyata seperti kemarin berita heboh para beiber mania yang umumnya remaja tanggung rela berdesak-desakan demi mendapat tiket nonton konser Justin Beiber tanggal 23 April 2011 di Sentul Internasional Convention Center. Adalah contoh nyata begitu besar perjuangan para penggemar untuk bertemu idolanya yang terkadang di luar nalar. ada berita di dunia maya yang menyatakan para beiber mania tidak ingin Justin Beiber punya pacar, karena sang pacar akan di musuhi oleh para beiber mania di seluruh dunia bahkan ada ancaman pembunuhan oleh fans kepada pacar Justin Beiber, Pembunuhan musisi Jhon lennon oleh fansnya juga contoh nyata kegilaan para fans kepada idola mereka.
Contoh lainnya yang paling sering ditemui di Indonesia adalah ketika para Artis Sinetron / Film yang begitu di puja sebagai idola karena kedahsyatan chemistry aktingnya, karena kefanatikan para fans menginginkan pemain utama laki-laki dan perempuannya bisa berjodoh di dunia nyata, memang banyak yang kejadian cinta lokasi berakhir dengan pernikahan dan kariernya tetap bersinar sampai sekarang, tetapi banyak juga yang tidak berjodoh dan akhirnya menikah dengan orang lain ada yang kariernya masih bersinar, ada juga yang akhirnya memilih berhenti dari dunia hiburan.
Tiada Idola tanpa dukungan para fans, hanya para fans tetap mencintai mereka karena hasil karya mereka dan karier mereka bukan untuk masuk ke ruang pribadi para idola. Sukses terus untuk para idola tunjukkan yang terbaik dengan hasil karya bukan fenomenal karena gosip semata.
opini saya ::
dalam menyangi seorang idola, seharusnya hanya sebagai motivator bukan untuk mencampuri kehidupan pribadi sang idola, karena mereka juga membutuhkan suatu privasi,,
http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2011/01/25/fenomena-idola-dan-fans-penggemar/


foto 1: mariska, hang sang min (PERSEMA)
foto 2: mariska, Kim kurniawan (PERSEMA)
Setiap manusia pasti mempunyai idola untuk di banggakan bisa siapa saja termasuk orang tua kita yang telah membesarkan kita dari kecil hingga sukses seperti saat ini.
Para Fans ( Penggemar) selama ini selalu identik dengan ketenaran para idola atau para selebritas dunia.sosok para fans sangat penting sebagai penyemangat, penikmat, pemberi kritik sekaligus pencinta para idola (Artis, Musisi, Politisi dan tokoh panutan lainnya). Apa jadinya bila para fans sudah menyentuh ruang pribadi para idola, atau sang tokoh idola membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Tentu perasaan sedih, jengah, marah dan kesal menjadi titik puncak segala keresahan hati para fans, banyak yang berkata itulah resiko menjadi idola harus berkutat dengan para fans yang terkadang merasa memiliki mereka , ketika titik karier para idola di puncak dan di kenal masyarakat sedikit sekali mempunyai ruang pribadi, semua jadi berita baik media cetak, elektronik maupun media on line.
Kehidupan pribadi para idola merupakan makanan empuk untuk santapan gosip di masyarakat bisa di lihat dari acara infotaiment dari mulai pagi hingga malam atau rubrik gosip di sejumlah media. terkadang para fans terutama yang fanatik tanpa sadar meminta hal lebih dari idola bisa berikan terutama masalah jodoh yang di luar akal sehat manusia karena semua adalah kuasa Tuhan yang sudah digariskan untuk jodohnya.
Seorang penulis pernah berkata : ” Cintailah idola mu dengan indah, jangan campuri urusan pribadi mereka” .
Contoh nyata seperti kemarin berita heboh para beiber mania yang umumnya remaja tanggung rela berdesak-desakan demi mendapat tiket nonton konser Justin Beiber tanggal 23 April 2011 di Sentul Internasional Convention Center. Adalah contoh nyata begitu besar perjuangan para penggemar untuk bertemu idolanya yang terkadang di luar nalar. ada berita di dunia maya yang menyatakan para beiber mania tidak ingin Justin Beiber punya pacar, karena sang pacar akan di musuhi oleh para beiber mania di seluruh dunia bahkan ada ancaman pembunuhan oleh fans kepada pacar Justin Beiber, Pembunuhan musisi Jhon lennon oleh fansnya juga contoh nyata kegilaan para fans kepada idola mereka.
Contoh lainnya yang paling sering ditemui di Indonesia adalah ketika para Artis Sinetron / Film yang begitu di puja sebagai idola karena kedahsyatan chemistry aktingnya, karena kefanatikan para fans menginginkan pemain utama laki-laki dan perempuannya bisa berjodoh di dunia nyata, memang banyak yang kejadian cinta lokasi berakhir dengan pernikahan dan kariernya tetap bersinar sampai sekarang, tetapi banyak juga yang tidak berjodoh dan akhirnya menikah dengan orang lain ada yang kariernya masih bersinar, ada juga yang akhirnya memilih berhenti dari dunia hiburan.
Tiada Idola tanpa dukungan para fans, hanya para fans tetap mencintai mereka karena hasil karya mereka dan karier mereka bukan untuk masuk ke ruang pribadi para idola. Sukses terus untuk para idola tunjukkan yang terbaik dengan hasil karya bukan fenomenal karena gosip semata.
opini saya ::
dalam menyangi seorang idola, seharusnya hanya sebagai motivator bukan untuk mencampuri kehidupan pribadi sang idola, karena mereka juga membutuhkan suatu privasi,,
http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2011/01/25/fenomena-idola-dan-fans-penggemar/
Langganan:
Entri (Atom)



